Jumat, 07 Desember 2012

"Pakaian, Rumah dan Senjata Tradisonal Khas Maluku"

1. Pakaian Adat Maluku

 Baju Cele 

      Ini dia baju Cele versi modern. Ada yang pernah dengar baju Cele? Yak, itu adalah pakaian khas dari kota Ambon, Maluku . Namanya unik, yah! heheh
Baju Cele bermotif garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil. Biasanya, baju Cele dikombinasikan dengan kain sarung yang warnanya tidak terlalu jauh berbeda, yang penting harus seimbang dan serasi.
Kapan masyarakat Ambon menggunakan baju adat itu? Baju cele dipakai dalam upacara-upacara adat (acara pelantikan raja, acara cuci negeri, acara pesta negeri, acara panas pela, dan lain-lain.).
Supaya lebih terlihat serasi, baju Cele pun dikombinasi dengan kain pelekat yang dinamakan disalele. Pemakaian sarung ini ada di luar dan melapisi baju yang ada di dalamnya.
Sarung dipakai sampai batas lutut dan menggunakan lenso, yaitu sapu tangan yang diletakan di pundak. Biasanya pakaian ini digunakan tanpa alas kaki tapi ada juga masyarakat yang menggunakan selop sebagai gantinya.

2. Rumah Adat Maluku : Rumah Baileo


   

  Baileo itu sebutan atau nama dari rumah adat orang Maluku, dengan bentuk bangunan yang besar, material bangunan sebagian besar berbahan dasar kayu, kokoh dengan cukup banyak ornamen, ukiran yang menghiasi seluruh bagian dari rumah tersebut. Baileo merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan warga (balai bersama), selain sebagai tempat pertemuan / kegiatan Baileo juga berfungsi untuk menyimpan benda-benda suci, senjata atau pusaka peninggalan dari nenek moyang warga kampung tersebut.

3. Senjata Tradisional Maluku

  

  Merupakan senjata tradisional khas daerah Maluku. Kedua senjata ini biasanya dipakai oleh para penari pria saat mempertunjukkan tarian Cakalele. Pada salawaku terdapat ukiran-ukiran bermakna khusus yang terbuat dari kulit kerang laut. Parang berarti pisau besar, biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari pisau, namun lebih pendek jika dibandingkan dengan pedang. Sawalaku sendiri memiliki arti perisai. Perisai adalah alat yang dipergunakan untuk melindungi diri dan untuk menangkis serangan senjata lawan.










Kamis, 06 Desember 2012

"Tarian Dan Lagu Daerah Khas Maluku"


  Lagu Daerah khas maluku yaitu:Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase.

Berikut ini Tarian Khas Maluku :))
 
 1. Tari Cakalele
 
 
  
   Cakalele merupakan tarian tradisional khas maluku  yang di mainkan oleh 30 laki-laki dan perempuan. para penari laki-laki mengenakan pakian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. pada penari laki-laki menggenggam senjata pedang (parang) di sisi kanan dan tameng (salawaku) di sisi kiri mengenakan topi yang terbuat dari alumanium dan diselipkan bulu ayam berwarna putih. sedangkan penari perempuan mengenakan baju berwarna putih dan menggenggam sapu tangan (lenso) di kedua tangannya. para penari ini menari berpasangan dengan diiringi beduk (tifa) suling, dan kerang besar yang di tiup (bia). Tarian cakalele ini disebut juga tari kebesaran karena di gunakan untuk penyambutan para tamu agung seperti tokoh agama, dan pejabat pemerintah yang berkunjung di ke bumi Maluku.

2. Tari Lenso

 
   Tarian Lenso adalah tarian muda-mudi dari daerah Minahasa (sulut) dan daeah Maluku,Tarian ini biasanya di bawakan secara ramai-ramai bila ada Pesta. Baik Pesta Pernikahan, Panen Cengkeh, Tahun Baru dan kegiatan lainnya.
Tarian ini juga sekaligus ajang Pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang mau coba? hahah
Lenso artinya Saputangan. Istilah Lenso, hanya dipakai oleh orang-orang (masyarakat di daerah Sulut, sebagian Sulteng dan daerah lain di Indonesia Timur)


Makanan Khas Ambon - Maluku

okeh berikut ini nama-nama makanan khas maluku, bila teman-teman semua berkunjung ke Ambon tidak lengkap kalo gak mencobanya. buat referensi yang mau berkunjung di pulau ambon. hhihihihi :D

1. Papeda

 
  
Makanan khas Maluku ini sangat di gemari orang maluku, makanan ini terbuat dari tepung sagu. dimana cara buatnya sangat unik, dengan menuangkan air panas mendidih lalu aduk sampai merata, berwarna bening dan mengenyal, dan siap untuk dimakan. papeda biasanya disantap dengan ikan kuah kuning. 

2. Ikan Asar

        
ikan asar ini cocok buat oleh-oleh, terbuat dari ikan segar yang cara membuatnya menggunakan asap dari bara api. oh iya ikan asar ini paling enak di santap dengan colo-colo khas ambon.

3. Sagu

  
Bahan pokok dari membuat sagu yaitu dari tepung sagu dimana sama seperti papeda. namun cara pembuatannya berbeda, ada yang di bakar dll. sagu ada bermacam-macam bentuk, nilai gizi dari sagu banyak mengandung karbohidrat. ini salah satu sagu yang cukup diminati yaitu Sagu Lempeng

4. Kohu-Kohu

   

Kohu-Kohu juga merupakan makanan khas Maluku, terbuat dari sayuran segar yang biasanya di santap dengan ikan asar, colo-colo dan sagu.

itulah makanan khas Ambon-Maluku, bila teman-teman sekalian ingin memcobanya datang dan kunjungi Kota Ambon, saya yakin teman-teman tidak akan menyesal. (promosi) :D hahaha thanks :))

   



Martha Cristina Tiahahu

Berikut foto dari Martha Christina Tiahahu

 

    Martha Christina Tiahahu lahir di Nusa laut Maluku, 4 januari  1800 – meninggal di Laut Banda Maluku, 2 januari 1818 pada umur 17 tahun dia adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusa Laut. Pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.
Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.
Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.
Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw – Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.
Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. sumber : wikipedia bahasa indonesia

Mengulik sedikit Kapitan Pattimura (1783-1817)

   Pada posting tanggal 5 desember lalu saya membahas tentang Pahlawan Nasional Maluku, dan seperti yang saya janjikan saya akan membahas ke-2 Pahlawan Nasional Maluku yaitu Kapitan Pattimura dan Martha Christina Tiahahu. 
Okeh langsung saja, selamat membaca....... :)
  
    Thomas Matulessy alias Kapitan Pattimura lahir di desa haria, pulau saparua pada tanggal 8 juni 1783. Thomas Matulessy mantan sersan mayor dalam ketentaraan inggris. Dia mempunyai pengalaman mempimpin pasukan. Ia adalah seorang komandan dengan sifat-sifat kesatria yaitu gagah perkasa dan pemberani. Berwatak keras namun jujur dan disiplin. Ia juga seorang kristen protestan yang saleh dan berperikemanusiaan.
Pada waktu pecah perang melawan penjajah belanda tahun 1817 raja-raja, patih, para kapitan, tua-tua adat dan rakyat mengangkatnya sebagai pemimpin dan panglima perang karena berpengalaman dan memiliki sifat-sifat kesatria atau dalam bahasa ambon/maluku adalah kabaressi. Kapitan Pattimura juga di bantu oleh para panglimanya antara lain Mechior Kesaulya, Anthoni Rebhok, Philip Latumahina dan Ulupaha. Pertempuran menghancurkan belanda namun,
Pertempuran- pertempuran yang hebat melawan para penjajah sayangnya tidak berbuah manis sebab Kapitan Pattimura beserta pejuang - pejuang yang lainnya akhirnya di tangkap dan mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 desember 1817 di kota Ambon. Untuk itu atas jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura di kukuhkan sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Posting berikutnya saya akan membahas pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu. pantengin terusss :))

Rabu, 05 Desember 2012

"Marga Adalah Ciri Khas Orang Indonesia Timur"

Marga adalah ciri khas orang indonesia bagian timur, khususnya Maluku, Marga Ambon merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai di belakang nama depan masyarakat Ambon/Maluku.

Di Indonesia Timur nama marga biasa juga disebut fam, yang menunjukkan pengaruh dari bahasa Belanda. Kata fam berasal dari kata familienaam yang berarti "nama keluarga".

Marga Ambon diambil dari nama keluarga yang digunakan oleh ayah. Nama anak dari sebuah keluarga akan ditambahkan nama keluarga sang ayah di belakangnya. Dari nama-nama marga Ambon ini, dapat dilihat pengaruh Portugis , Belanda, Jazirah Arab , Spanyol dan Bahasa-bahasa asli Maluku khususnya, yang menunjukkan besarnya pengaruh bangsa-bangsa itu di wilayah ini.

Maluku juga mempunyai suku-suku yang banyak, dimana setiap suku mempunyai fam atau marga yang mencerminkan atau menunjukkan asal sukunya. mungkin disini saya tidak membahas secara detail suku-suku dan marganya, namun ada beberapa fam yang saya akan tulis, karena berhubung teman-teman saya banyak yang mempunyai marga :)
  • Makatita 
  • Soulisa
  • Putuhena
  • Marasabessy
  • Wailisahalong
  • Mewar
  • Suneth
  • Tuhepaly
  • Ulat
  • Salong
  • Samanery
masih banyak lagi tapi, mungkin itu saja yang bisa saya tuliskan, karena saking banyaknya fam atau marga yang ada di kota Ambon atau Provinsi Maluku. okeh sekian dari penjelasn Marga atau Fam ini. :)
oh iya karena ayah saya berasal dari bandung makanya saya tidak mempunyai Marga/Fam tetapi saya tetap orang maluku dan saya bangga. (curhat dikit hihihi :D)